Utusan Asing Baru Menyerahkan Surat Kepercayaan dan Mendiskusikan Ekonomi dengan Jokowi

Utusan Asing Baru Menyerahkan Surat Kepercayaan dan Mendiskusikan Ekonomi dengan Jokowi – Presiden Joko Widodo pada hari Rabu menerima surat kepercayaan dari 14 duta besar baru di Istana Negara di Jakarta, menandai dimulainya tugas resmi mereka mewakili negara mereka di Indonesia.

Sepuluh utusan baru adalah duta besar tetap, dengan empat utusan dari Eropa, termasuk Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket, Duta Besar Belanda Lambertus Christiaan Grijns, Duta Besar Prancis Olivier Chambard dan Duta Besar Yunani Apostolos Baltas.

Enam utusan residen lainnya adalah Duta Besar Argentina Gustavo Arturo Torres, Duta Besar Zimbabwe Sophia Nyamudeza, Duta Besar Iran Mohammad Khosh Heikal Azad, Duta Besar Laos Phomma Sidsenna, Duta Besar Kanada Cameron Mackay dan Duta Besar Azerbaijan Jalal Mirzayev.

Duta besar bukan penduduk adalah Duta Besar Sierra Leone Ernest Mbaimba Ndomahina, Duta Besar Montenegro Darko Pajovic, Duta Besar Nepal Udaya Raj Pandey dan Duta Besar Nigerien Leko Ado.

Jokowi mengundang masing-masing dari mereka untuk berbicara di beranda istana setelah upacara pengajuan untuk membahas berbagai masalah bilateral, di mana para duta besar juga mengucapkan selamat kepada Jokowi pada pelantikan jangka kedua setelah keberhasilan pemilihan ulang pada bulan April.

Pembicaraan, berlangsung sekitar tiga hingga lima menit dengan masing-masing duta besar, terutama membahas topik memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan negara masing-masing, kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

“Dari semua pembicaraan, ada konvergensi pada kerja sama ekonomi, terutama dengan negara-negara Afrika ketika Presiden menekankan prioritas kebijakan luar negeri Indonesia di Afrika,” kata Retno setelah mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut.

Dia juga menunjuk pada kerja sama ekonomi yang ada antara Indonesia dan beberapa negara, seperti proyek renovasi milik pemerintah Wijaya Karya dari istana kepresidenan Niger, serta perjanjian pembangunan bersama yang baru-baru ini ditandatangani antara Jakarta dan Vientiane untuk pembangunan kereta api di Indonesia. Laos, antara lain.

Terkait dengan utusan Uni Eropa Piket, Retno mengatakan Presiden menegaskan kembali keprihatinannya tentang perdagangan minyak kelapa sawit, sementara juga menekankan perlunya untuk melanjutkan proses negosiasi untuk Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-UE (I-EU CEPA).